Ducati Siapkan New Streetfighter V4

Kabar baru mengatakan Ducati tengah mempersiapkan model terbaru yang tidak kalah menawarkan performa terbaik. Namun berbeda dengan model-model sebelumnya. Ducati akan memperkenalkan model Streetfighter.

ducati_streetfigher_v4

Dikutip rideapart, memang saat ini Ducati sudah memperkenalkan model hypermotard. Dan disaat banyak yang menyandingkan motor ini jadi model Streetfighter, bisa dipastikan hal ini tidak benar.

 Baca Juga :
- Ada MRT Skutik Premium Kian Booming
- Triumph Rocket 3 TFC 2019 Meluncur
 
Karena jika dilihat dari tampilan yang disajikan, motor ini memiliki bodi yang lebih gemuk, sehingga motor ini dinilai belum pas untuk menjadi model streetfighter. Sehingga wajar jika diprediksi Ducati akan memperkenalkan model streetfighter.

ducati_streetfigher_v4-1

ducati_streetfigher_v4-2

ducati_streetfigher_v4-3

Akhirnya benar saja, Ducati sudah mulai membocorkan New Streetfighter V4, yang memiliki gaya seperti Streetfighter. Motor Ducati ini dikatakan memang banyak menggunakan bahan plastik terbaik.

Baca Juga :
- Royal Enfield Himalayan Ini Dibekali Turbocharger
- KTM RC200 Livery Red Bull KTM MotoGP

Desain berbeda yang jauh lebih kurus dengan menonjolkan ketangguhan mesin, tampil bondol tanpa fairing dan suspensi terbaik.

ducati_streetfigher_v4-4

ducati_streetfigher_v4-5

Motor ini dibangun menggunakan bahan dasr Panigale. Artinya motor ini akan menggendong mesin 1100cc Desmosedici Stradale Powerplant.

Ducati ini akan mampu menyemburkan 220 tenaga kuda. Meski demikian, Ducati mampu menawarkan sesuatu yang berbeda dan keren.

Ada MRT Skutik Premium Kian Booming

Sejak akhir Maret 2019, ibu kota Jakarta sudah memiliki sistem transportasi massal dalam wujud MRT atau moda raya terpadu. MRT fase pertama ini melayani ruas jalan Lebak Bulus-Bundaran HI.

Skutik-Premium

Kehadiran moda transportasi ini pun menjadi tren baru dan sedikit banyak telah mengubah gaya hidup warga ibu kota untuk naik angkutan umum.

 Baca Juga :
- Triumph Rocket 3 TFC 2019 Meluncur
- Royal Enfield Himalayan Ini Dibekali Turbocharger

Tak hanya itu, kehadiran MRT juga disebut-sebut jadi satu faktor yang membuat permintaan terhadap skutik premium meningkat. Menurut Chief Marketing Officer PT Wahana Makmur Sejati, banyak warga kalangan menengah yang membeli motor sebagai fasilitas untuk menuju ke sistem transportasi massal.

"Kami menganalisis, mulai adanya pilihan macam moda transportasi dan itu belum terintegrasi dengan perumahan, itu pasti akan ada kebutuhan motor (sebagai kendaraan shuttle)," kata Edi, di Jakarta.

Analisis Edi berdasarkan tingginya minat dan permintaan konsumen terhadap model skutik premium Honda seperti Vario 150, PCX 150, dan Forza 250.

Baca Juga :
- KTM RC200 Livery Red Bull KTM MotoGP
- Benelli TNT 249S Rilis di Indonesia

"Jadi ada permintaan yang tinggi di segmen high end. Namun di sisi lain permintaan di segmen skutik low end juga cukup tinggi, sehingga kami simpulkan tidak ada tren perpindahan dari low end ke high end. Dan artinya, di high end ada pasar baru," lanjut Edi.

Jenis konsumen yang mengisi pasar high end tersebut adalah mereka kalangan menengah atas yang sudah bosan dengan kemacetan Jakarta, dan ingin mencoba sistem transportasi massal baru, dengan cara membeli motor premium untuk mengantar ke titik-titik stasiun di mana transportasi massal itu berada [dtk/oto]

Triumph Rocket 3 TFC 2019 Meluncur

Ada hal yang cukup menarik saat Triumph mengumumkan untuk peluncuran motor bergenre power cruiser, Rocket III versi modifikasi pabrikan, atau TFC (Triumph Factory Customs).

triumph-rocket-iii-3-tfc

Soalnya TFC Triumph Rocket III sudah mendapat sentuhan custom langsung dari pabrikan yang bermarkas di Hinckley, Inggris tersebut. Selain itu, hanya diproduksi terbatas sebanyak 750 unit saja.

Baca Juga :
- Royal Enfield Himalayan Ini Dibekali Turbocharger
- KTM RC200 Livery Red Bull KTM MotoGP

Meski tak disebutkan, tapi kustomisasi terlihat jelas dari eksteriornya. Semisal dari flyscreen karbon di atas headlamp. Serta aksen krom yang menghias tangki, bodi samping dan buritannya yang didominasi kelir hitam.

triumph-rocket-iii-3-tfc-1

triumph-rocket-iii-3-tfc-2

triumph-rocket-iii-3-tfc-3

triumph-rocket-iii-3-tfc-4

Semakin menarik, bagian suspensi pun kena sentuhan atraktif dengan tipe up side down berlabur kelir titanium di depan dan mono arm di belakang. Wuih, nggak kalah nih kalau disandingkan dengan power cruiser bertampang modern macam Ducati Diavel 1620.

Baca Juga :
- Benelli TNT 249S Rilis di Indonesia
- Jorge Lorenzo ke Jepang untuk Percepat adaptasi Honda

triumph-rocket-iii-3-tfc-5

triumph-rocket-iii-3-tfc-6

triumph-rocket-iii-3-tfc-7

Tapi soal mesin, TFC Triumph Rocket III masih menyandang predikat sebagai motor produksi massal bervolume paling besar di dunia. Ini karena motor tersebut mengandalkan mesin 2.300cc tiga silinder longitudinal berpendingin cair yang terlihat besar dan sangar.

Royal Enfield Himalayan Ini Dibekali Turbocharger

Royal Enfield Himalayan merupakan sepeda motor bergenre petualang yang mampu diajak berkelana kemanan pun. Namun bukan berarti motor ini tak bisa dimodifikasi, salah satu contoh karya MJR Roach yang ditampilkan dalam ajang Bike Shed Show 2019 di London, Inggris.

Custom-RE-Himalayan-2019

Meski secara tampilan tidak begitu banyak berubah, apalagi tangki yang masih standar, tetapi dari sisi tenaga dan kaki-kaki, motor buatan India ini sudah mendapat ubahan yang signifikan.

Baca Juga :
- KTM RC200 Livery Red Bull KTM MotoGP
- Benelli TNT 249S Rilis di Indonesia

Melansir dari Maxabout.com, ubahan paling radikal yang dilakukan MJR Roach adalah, menjejali mesin standar Himalayan dengan perangkat turbocharger. Walau spesifikasi atas ubahanya tak dirilis, tetapi bisa dipastikan tenaga dari mesin standar Himalayan berkubikasi 411 cc satu silinder tersebut telah meningkat drastis.

Custom-RE-Himalayan-2019-1

MJR-Roach-Royal-Enfield-Himalayan

Bukan hanya membuat tenaganya terdongkrak, MJR Roach juga ikut membenahi beberapa sektor lainnya. Mulai tampilan depan yang dibuat lebih agresif dengan menanggalkan windshield dan lampu utama sudah diganti dengan empat buat lampu proyektor.

Baca Juga :
- Jorge Lorenzo ke Jepang untuk Percepat adaptasi Honda
- Honda Patenkan Desain CB125M dan CB125X

Royal Enfield Himalayan bermisin turbo dan swingarm tunggal. Royal Enfield Himalayan bermisin turbo dan swingarm tunggal. Sedangkan untuk kaki-kaki, suspensi bagian depan juga diganti menggunakan model upside down yang menambah kesan kokoh.

Sementara bagian belakang, meski masih menggunakan sistem suspensi mono-shock standar, namun swingarm-nya dibuat hanya satu pegangan alias swingarm tunggal yang membuat sektor ini pun menjadi salah satu pusat perhatian utama.

Menyelaraskan tampilan kaki-kaki, pelek dan roda dipilih model lebar yang memiliki dimensin 21 inci dengan ban Knobby berprofil off-road. Sementara untuk buangan tenaganya didongkrak melalui knalpot kustom model racing dengan dua silincer.

Untuk memberikan kesan berbeda dan menunjang ubahannya, warna sasis pun diganti menggunakan kelir abu-abu yang senada dengan sektor lainnya.

Sementara untuk jok dibuat model single seater yang membuat Himalayan MJR Roach ini hanya bisa ditunggagi sendiri tanpa boncengan [kopot]

KTM RC200 Livery Red Bull KTM MotoGP

Ada yang menarik jika kita berkunjung ke booth KTM di Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2019. Di sana kita akan melihat tongkrongan motor KTM RC 200 standard menggunakan Livery Red Bull MotoGP Team.

RC-200-redbull

Baca Juga :
- Benelli TNT 249S Rilis di Indonesia
- Honda Patenkan Desain CB125M dan CB125X

Warna dasar yang digunakan oleh KTM RC 200 ini adalah warna hitam, dengan warna lis orange yang menjadi warna ciri khas pabrikan asal Austria ini. Tidak ada part aksesories lainnya yang melekat di KTM RC 200, hanya livery atau grafis cutting stiker dari KTM Red bull MotoGP Team saja.

RC-200-redbull-1

RC-200-redbull-2

RC-200-redbull-3

RC-200-redbull-4

RC-200-redbull-5

RC-200-redbull-6

RC-200-redbull-7


Grafis cutting stiker team Red Bull KTM pun lengkap dari mulai logo sponsor seperti Akrapovic yang menempel pada bagian sepakboard depan, lalu logo Red Bull Energy Drink menempel pada sisi kiri dan kanan dari fairing motor.

Baca Juga :
- Jorge Lorenzo ke Jepang untuk Percepat adaptasi Honda
- Honda Siapkan Motor Adventure Baru CRF850L Africa Twin

Dibawah logo Red Bull juga terdapat logo KTM dan di bagian paling bawah atau dibagian cover engine terdapat sponsor pelumas yang sudah cukup terkenal yaitu Motorex.

KTM RC 200 berlivery Red Bull KTM MotoGP Team ini hanya sekedar motor display saja. Memang tujuannya adalah melihat sejauh mana animo pengunjung PRJ 2019 terhadap produk tersebut.

Jika animo cukup positif bisa saja KTM Indonesia lewat PT. Penta Jaya Laju Motor ( PJLM ) mengeluarkan sebagai aksesoris resmi untuk KTM RC 200.

PT. PJLM menyediakan livery Red bull KTM MotoGP Team, dengan bandrol Rp 3.500.000 itu hanya liverynya saja.

Namun jika ingin membeli KTM RC yang sudah berlivery Red Bull KTM MotoGP Team, maka konsumen harus mengeluarkan kocek sebesar Rp. 47.000.000, karena harga KTM RC 200 adalah Rp. 43.500.000 ditambah harga liverynya sebesar Rp.3.500.000.

Harga tersebut belum dipotong promo oleh KTM. Jadi selama pembelian di PRJ 2019, kita juga bakal dapat diskon khusus hingga Rp. 4,8 juta untuk pembelian KTM RC 200 ini.

Benelli TNT 249S Rilis di Indonesia

Benelli Motor Indonesia nampaknya tak pernah mengendurkan semangat untuk eksis di tanah air. Setelah tampil di pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, kali ini pabrikan asal Italia itu merilis sport naked baru berkapasitas 250 cc, TNT 249S.

Benelli-TNT-249S

Baca Juga :
- Honda Patenkan Desain CB125M dan CB125X
- Jorge Lorenzo ke Jepang untuk Percepat adaptasi Honda

Motor ini hadir seiring dengan perkembangan tren otomotif Indonesia. Ya, motor bergaya sport walau tidak seberapa dibanding skutik tetap memiliki pasarnya sendiri dan tetap 'manis'. Diakui, Benelli TNT 249S merupakan upgrade dari model lamanya.

"Banyak pembaruan dibandingkan model lama, yang disesuaikan dengan kehendak konsumen," papar Direktur Benelli Motor Indonesia Stefen Kentjana Putra di Jakarta Fair 2019, JIExpo Kemayoran, Rabu (22/5/2019).

Benelli-TNT-249S-1

Baca Juga :
- Honda Siapkan Motor Adventure Baru CRF850L Africa Twin
- Tuas Rem Bermasalah Yamaha R25 dan XMax Kena Recall

Beberapa pembaruan tersebut diantaranya penggunaan suspensi upside down berukuran 41 mm yang setara motor gede dengan dual cakram depan.

Motor ini pun sekarang menggunakan mesin pararel silinder dengan injeksi DOHC. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 23,5 kW pada 10.000 rpm dan torsi 20 Nm pada 9.000 rpm.

Mesin DOHC ini dikombinasikan dengan transmisi 6 percepatan. "Mesin sekarang lebih responsif pada putaran bawah yang telah disetting ulang pada bagian ECU," ujar Stefan.

Tampang garang ditunjang dengan penggunaan rangka tralis dengan warna ngejreng seperti hijau lime dan merah. Suspensi belakang masih menerapkan model konvensional namun posisinya unik berada di samping bukan di tengah mengingatkan pada Kawasaki Ninja 650.

Sedangkan pada bagian depan, kesan sporty kian terpancar dan bila melihat lampu LED-nya, nampak mirip-mirip dengan KTM Duke 390 ya detikers? Lalu indikator speedometer juga sudah menganut LCD warna TFT dengan lebar sekitar 5 inci.

Honda Patenkan Desain CB125M dan CB125X

Pabrikan Honda mematenkan dua desain Honda CB125X dan Honda CB125M, yang sebelumnya pernah dipamerkan pada EICMA 2018 di Milan, Italia.

Desain Honda CB125M dan CB125X
Desain Honda CB125M dan CB125X

Pabrikan motor asal Jepang tersebut juga dikabarkan bakal memproduksi massal kedua sepeda motor itu, kendati belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Honda Global mengenai isu tersebut.

Jika isu itu benar adanya, kemungkinan versi produksi massal Honda CB125X dan Honda CB125M akan memulai debutnya di gelaran EICMA 2019, November mendatang, sebelum akhirnya meluncur ke pasar otomotif.

Baca Juga :
- Jorge Lorenzo ke Jepang untuk Percepat adaptasi Honda
- Honda Siapkan Motor Adventure Baru CRF850L Africa Twin

Mengutip Auto Ndtv, Sabtu, Honda CB125X merupakan motor konsep dengan aura dual-sportbike yang dilengkapi dengan berbagai aksesori khas motor adventure seperti hand-guard, skid-plate, windshield tinggi, dan front-suspension guard.

Desain Honda CB125M

Desain-Honda-CB125M

Desain-Honda-CB125M-1

Desain-Honda-CB125M-2

Desain-Honda-CB125M-3

Desain-Honda-CB125M-4

Desain-Honda-CB125M-5

Desain-Honda-CB125M-6

Selain itu, Honda CB125X sepertinya akan andal saat melibas medan off-road. Pasalnya, motor konsep ini dilengkapi kaki-kaki jenjang berisi suspensi depan upside-down, velg jari-jari (spoke wheel), ban dual-purpose, dan knalpot tinggi layaknya motor trail.

Baca Juga :
- Tuas Rem Bermasalah Yamaha R25 dan XMax Kena Recall
- Suzuki Katana Jindachi Special Edition GSXS1000S

Sementara Honda CB125M, secara visual, motor ini justru lebih condong ke konsep supermoto daripada naked-sportbike urban. Tengok saja joknya yang cenderung tinggi serta dipadu dengan stang lebar.

Desain Honda CB125X

Desain-Honda-CB125X

Desain-Honda-CB125X-1

Desain-Honda-CB125X-2

Desain-Honda-CB125X-3

Desain-Honda-CB125X-4

Honda CB125M juga kental dengan nuansa futuristik. Aura tersebut sukses ditimbulkan oleh minescular-LED headlight, lekukan minimalis dan meruncing pada tangki, shroud, serta joknya.

Jorge Lorenzo ke Jepang untuk Percepat adaptasi Honda

Pembalap Repsol Honda Jorge Lorenzo mendapat hasil mengecewakan race di Mugello, Lorenzo bertolak menuju Jepang demi meningkatkan feeling pada Honda RC213V.

lorenzo_repsol _honda

Kesulitan sang lima kali juara dunia berlanjut dalam gelaran MotoGP Italia, Minggu (2/6). Jika musim lalu sukses mempersembahkan kemenangan untuk Ducati, tahun ini X-Fuera hanya mampu finis ke-13.

Baca Juga :
- Honda Siapkan Motor Adventure Baru CRF850L Africa Twin
- Tuas Rem Bermasalah Yamaha R25 dan XMax Kena Recall

Lorenzo pun mengungkapkan, bahwa ia akan terbang ke pabrik Honda di Asakadai untuk mencari rasa yang lebih nyaman saat menggeber RC213V – area di mana Spaniard masih merasa perlu adanya perbaikan.

“Saya benar-benar percaya kami bisa membuat peningkatan yang cukup besar pada area itu. Solusi bagi kami adalah pergi ke Jepang, menghabiskan beberapa hari di sana,” bebernya.

“Saya tahu sebelum perlombaan akan sulit karena feeling, bagaimana feeling saya di atas motor, juga karena [kondisi cuaca] panas dan posisi start saya [ke-17].

“Kurang lebih saya menjaga kecepatan yang saya harapkan, tiba di posisi yang saya harapkan. Tidak lebih baik, tidak lebih buruk. Tetapi kami tidak bisa senang.

“Posisi dan jarak dari pemenang pemenang [lebih buruk] dari Le Mans, namun kami sudah menduganya sebelum balapan.

“Semoga kami, selangkah demi selangkah, bisa lebih dekat dan meningkatkan hasil dari Le Mans. Ini target saya. Inilah mengapa saya tidak pulang, tetapi bekerja keras di pabrik [Honda],” terang pengguna nomor 99 tersebut.

Enam seri telah berlalu dalam debut sebagai pembalap skuat berlogo sayap tunggal, Lorenzo terpuruk di peringkat ke-14 klasemen sementara. Ia bahkan baru mengemas 19 poin – selisih hampir 100 poin dibanding Marc Marquez.

Baca Juga :
- Suzuki Katana Jindachi Special Edition GSXS1000S
- Dovizioso Pecahkan Rekor Top Speed MotoGP di Mugello 2019

Sebelumnya usai kualifikasi, Sabtu (1/6), X-Fuera merasa Honda enggan mengubah motor lantaran performa superior rekan setimnya. Kini, setelah balapan, ia meyakini HRC punya kapasitas untuk membangun motor yang lebih lengkap untuk pembalap lainnya.

“Jelas kami memiliki mesin yang sangat kuat pada saat ini. Namun ini membawa masalah lain di area lain. Menurut saya, [membuat motor] sulit untuk dikendarai,” tuturnya.

“Marc sangat kencang. [Dia] memenangi banyak balapan dengan motor ini. Jadi, hal yang paling logis bagi mereka adalah terus [mengikuti] jalan Marc. “Tetapi saya juga percaya jika ada pabrikan yang bisa membuat Plan B, itu adalah Honda.”ungkap Lorenzo

Lorenzo lalu menambahkan: “Mari kita lihat apakah kita dapat bekerja sama tidak hanya dengan ergonomi, namun juga dalam hal-hal lain untuk membuat motor lebih lengkap dari sekarang.

“Saat ini motor sudah cukup lengkap bagi Marc untuk meningkatkan hasil tahun-tahun sebelumnya, tetapi untuk pembalap lain itu lebih sulit,” pungkasnya.

Honda Siapkan Motor Adventure Baru CRF850L Africa Twin

Nama besar Honda Africa Twin CRF1000L memang sudah jadi jagoannya Honda di segmen Motor Adventure dual purpose.

Honda-CRF850L-Africa-Twin

Namun berdasarkan kabar terbaru dari media Jepang Auto By, Honda disinyalir tengah mempersiapkan Africa Twin baru alias Honda CRF850L dengan mesin 850 cc.

Baca Juga :
- Tuas Rem Bermasalah Yamaha R25 dan XMax Kena Recall
- Suzuki Katana Jindachi Special Edition GSXS1000S

Dengan nama sementara Honda CRF850L, kemungkinan Africa Twin ini disiapkan untuk menggebuk saingannya dari pabrikan garputala yaitu Yamaha Tenere XTZ700 atau malah head to head dengan BMW F800GS.

Seperti abangnya Honda CRF850L Africa Twin ini kemungkinan besar tetap mempertahankan mengunakan dapur pacu inline dua silinder.

Honda-Africa-Twin-CRF1000L-2019

Selain itu kalau melihat render dari majalah Jepang Auto By, garis bodinya enggak jauh berbeda dengan Honda CRF1000L Africa Twin yang sudah beredar sekarang.

Rumor tentang versi baru dari Honda Africa Twin enggak cuma ini saja, sebab ada kabar juga kalau Honda mengembangkan CRF1100L Africa Twin yang lebih besar.

Baca Juga :
- Dovizioso Pecahkan Rekor Top Speed MotoGP di Mugello 2019
- KTM 300 EXC TPI ErzbergRodeo Hanya Diproduksi 500 Unit

Africa Twin 1100 rencananya akan diperkenalkan tahun 2020, sedangkan Africa Twin 850 akan diperkenalkan tahun 2021.

Jadinya ada kemungkinan kalau Honda CRF1000L akan di-discontinue dan dilanjut dengan dua model baru yaitu Africa Twin 1100 dan Africa Twin 850.

Tuas Rem Bermasalah Yamaha R25 dan XMax Kena Recall

Racing Drag. Yamaha R25 dan Yamaha X-Max yang sudah beredar di tangan konsumen di Malaysia harus ditarik (recall) karena diwajibkan untuk melakukan penggantian onderdil.

Yamaha-R25

Pengumuman recall ini dilakukan oleh agen pemegang merek (APM) Yamaha di Malaysia yakni Hong Leong Yamaha. Berdasarkan pemberitahuan tersebut, pemilik R25 maupun XMax diwajibkan mengganti tuas rem belakangnya.

Baca Juga :
- Suzuki Katana Jindachi Special Edition GSXS1000S
- Dovizioso Pecahkan Rekor Top Speed MotoGP di Mugello 2019
Tidak dijelaskan alasannya, apakah terkait soal fungsi atau material. Namun, konsumen dipastikan mendapatkan perangkat baru tersebut secara gratis. Sementara itu, unit yang ditarik terdiri dari beberapa Yamaha R25 dan Yamaha XMax produksi 2019.

Agar bisa mendapatkan suku cadang baru, konsumen harus menghubungi jaringan dealer resmi Yamaha maupun Hong Leong Yamaha. Program recall ini akan mulai dijalankan pada pertengahan Juni 2019 nanti.

Seperti diketahui, baik Yamaha R25 maupun Yamaha XMax adalah motor buatan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Di Indonesia sendiri, khususnya Yamaha R25 juga pernah mengalami recall.

 Baca Juga :
- KTM 300 EXC TPI ErzbergRodeo Hanya Diproduksi 500 Unit
- Kawasaki KLX230 Resmi Meluncur Jakarta Fair 2019

Kali itu, pihak pabrikan menyatakan Spring Torsion dan Hose Radiator pada motor ini harus diganti. Namun, kasus tersebut hanya berlaku untuk unit produksi 2014-2017.

Sementara itu, ini adalah untuk pertama kalinya Yamaha XMax menjalani recall. Padahal sejak dirilis sejak 2017 silam, Maxi Scooter andalan Yamaha ini tak pernah diinformasikan oleh pihak PT YIMM mengalami masalah pada spare parts.

Suzuki Katana Jindachi Special Edition GSXS1000S

Sportbike legendaris Suzuki Katana tampil makin gagah dan sporty dalam Suzuki Katana Jindachi Special Edition

Suzuki-Katana-Jindachi-Special-Edition-GSXS1000S

Belum lama ini PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2Wheel menghadirkan Suzuki Katana dalam gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2019. Sebelumnya, generasi teranyar sportbike legendaris tersebut telah dirilis di Intermot 2018

Baca Juga :
- Dovizioso Pecahkan Rekor Top Speed MotoGP di Mugello 2019
- KTM 300 EXC TPI ErzbergRodeo Hanya Diproduksi 500 Unit

Kini, mengutip Motoappassionati.it, pabrikan asal Jepang tersebut merilis edisi terbatas dari motor legendaris mereka, yaitu Suzuki Katana Jindachi Edition.

Suzuki-Katana-Jindachi-Special-Edition-GSXS1000S-1

headlamp-Katana-Jindachi-Special-Edition

jok-Katana-Jindachi

Parts Jindachi Katana diperkaya dengan aksesori yang meningkatkan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari, memperindah garis dan meningkatkan kinerja serta suara knalpot. Paket yang dibuat oleh Suzuki meliputi:
  • Knalpot titanium yang khusus dibuat untuk Katana oleh spesialis Akrapovic, yang memberikan sentuhan sporty pada salurannya, memungkinkan penghematan berat yang signifikan dan memberikan suara yang lebih penuh ke mesin
  • Visor yang lebih yang besar,  melindungi tubuh pengendara dengan cepat dan memberikan kontinuitas ke garis depan
  • Jok hitam dan merah dua warna dari pengerjaan indah, dihiasi dengan logo Katana yang dicetak
  • Stiker bodywork, yang menggarisbawahi garis besar struktur atas
  • Stiker untuk roda, yang memasukkan merah detail lainnya 
  • Stiker pelindung karbon yang menonjolkan grit Katana
  • Perlindungan tangki, selalu terlihat karbon, yang membatasi risiko goresan.

Jindachi adalah salah satu jenis dari pedang Jepang yang memperhatikan berbagai detail kecil dan memiliki tampilkan menarik. Karena itu, Suzuki Katana Jindachi Edition memiliki beberapa komponen kecil baru yang membuatnya semakin gagah dan sporty.

Baca Juga :
- Kawasaki KLX230 Resmi Meluncur Jakarta Fair 2019
- Helm Berteknologi Iron Man Ini Dijual Bebas

Suzuki-Katana-Jindachi-Special-Edition

tank-pad-Katana-Jindachi-Special-Edition

velg-Katana-Jindachi

wheel-Katana-Jindachi-Special-Edition

Terdapat beberapa komponen aftermarket yang disematkan pada Suzuki Katana Jindachi, yaitu knalpot titanium dari Akrapovic, windshield yang lebih besar, jok dual-tone merah-hitam dengan logo Katana, dan striping berwarna merah.

Selain itu, pihak Suzuki juga memberi aksen merah di velg Suzuki Katana. Beberapa komponen proteksi juga dibekalkan, seperti cover tutup tangki dan tank-pad bermotif karbon.

Meski masih menggunakan mesin yang sama dengan model standar, 4-silinder inline 999 cc liquid-cooled, tenaga Suzuki Katana Jindachi mengalami peningkatan menjadi 150 hp. Bobotnya juga lebih ringan berkat knalpot baru.

Karena bukan edisi terbatas, beragam aksesori tersebut dapat dibeli secara terpisah. Dengan berbagai komponen baru, harga Suzuki Katana Jindachi tentu lebih mahal, mencapai EUR14.290 atau sekitar Rp228 jutaan (Kurs EUR1 = Rp15.980).